Loading...
Wednesday, 15 July 2009

I'm Missing You

Sangat menggelikan saat mengingat kalimat tersebut. Sebuah ungkapan dalam bahasa inggris yang kurang lebih artinya aku merindukan mu. Sebuah ungkapan yang biasanya diucapka seseorang terhadap pasangannya. Tapi lucunya terkadang itu hanya sebuah ungkapan untuk menutupi perasaan sesungguhnya, tapi terkadang memang seperti itu kenyataannya. Sebuah kejadian yang kualami seputar ungkapan I’m missing you, sepertinya patut untuk dierbincangkan, he…. ^_^ . 


Sore itu, aku agak lupa hari dan tanggalnya. Kira-kira jam 5 sore, selesai aku menelpon pacarku aku merasa jenuh. Iseng ku ubah Tema di ponselku, ketka aku menekan menu terpampang diatas layar Ponselku sebuah ungkapan, I’m Missing you. Tanpa berfikir panjang aku langsung masuk di pesan dan membuat pesan baru. Lalu aku pun menulis kalmat tersebut. Selesai diketik aku bingung mau mengirim sama siapa? Sama pacar? Ah baru saja aku menelpon dia. Iseng ku buka kontak yang ada di ponselku, kemudian setiap cewek yang nomornya ada disitu aku kirimi kalimat tersebut. Wush…… pesan terkirim. Entah keberapa orang aku mengirim kalimat tersebut. Yang jelas baru saja aku buka balasan dari seorang, belum sempat aku baca sudah bermunculan jawaban dari beberapa orang lain yang aku kirimi kalimat itu. 


Ada yang bilang “ah masa?” ada juga yang bilang “sama siapa? “ ada juga yang jawab apa maksudnya? Bahkan ada yang membalas dengan kalimat yang kurang enak didengar, seperti “maksudlo?” banyak juga yang respect, mungkin karna mereka sedikit suka sama aku, atau mungkin sangat suka, he….
Tapi bukan itu yang menggelikan, justru karna sebuah kata yang terdapat ditengah-tengah kalimat. Yaitu Missing. Sangat berbahaya apabila dijadikan sebuah senjata untuk menghancurkan, juga bisa dijadikan obat yang sangat mujarab. Makanya ada sebuah istilah “lidah itu lebih tajam dari pedang”. Pedang bisa dipakai membunuh orang, tapi lidah juga bisa dipakai ngupas kelapa muda tatkala kita kehausan. Begitupun dengan lidah. Namun apabila digali lebih dalam yang lebih bahaya itu bukan kata-kata atau pedangnya, melainkan siapa pemilik pedang dan siapa yang mengeluarkan kata-katanya. 


Pedang bisa berbahaya apabila dipegang sama rampok atau pembunuh, tapi kalau dipegang sama tukang jagal ya dipakai membunuh juga. Tapi yang dibunuh adalah hewan untuk dimakan. Begitupun dengan perkataan, apabila yang mengeluarkan para alim ulama maka hukumlah yang akan keluar, tapi apabila di ibu-ibu tukang gosip ya yang keluar pasti gosip terhangat. (tidak bermaksud menyinggung ibu-ibu BiGos)
Jadi, sekuat dan setajam apapun pedang tidak akan lebih tajam dari lisan. Makanya jagalah selalu lisan kita.

Tamba gado ngaburayot, itung-itung ngupdate artikel dina blog we. He….
Kampung utan, 14 Juli 2009

0 comments:

Post a Comment

Mangga... Komentarnya gan?

 
TOP